Monday, 11 December 2017 - Konsultan Spiritual dan Seputar Dunia Mistik
Home » Keilmuan » Jenis Batu Permata, Batu Akik dan Batu Mulia
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Jenis-Jenis Batu Permata, Batu Akik dan Batu Mulia

Batu permata adalah bagian dari kristal mineral yang telah dipotong dan dipoles untuk dijadikan perhiasan. Namun, bukan hanya kristal mineral saja, beberapa batu tertentu seperti Lapis Lazuli atau material organik yang bukan tergolong mineral seperti Amber juga digunakan untuk perhiasan, dan juga dianggap sebagai batu permata. Batu permata banyak jenisnya dan diklasifikasikan menjadi beberapa grup, spesies, dan varietas.
Untuk mengetahui tingkat kekerasan (Hardness) batu permata, Anda bisa melihat tabelnya disini: Tabel Tingkat Kekerasan Batu Permata
Berikut ini adalah beberapa artikel yang menjelaskan secara singkat tentang aneka macam batu mulia, permata, atau akik:

Agate

Batu Agate pertama kali ditemukan sekitar abad ke-3 atau 4 sebelum Masehi oleh Theophrastus, seorang filsuf Yunani yang memberi nama batu dengan nama sungai di mana ia menemukannya, “Achates” (Yunani: Aχάτης). Sungai Achates terletak di Sicily, Italy, namun nama sungai tersebut telah diubah dan sekarang dikenal sebagai Sungai Dirillo.

Alexandrite

Batu Alexandrite adalah salah satu batu permata berwarna yang paling langka saat ini. Lebih spesifik lagi, batu Alexandrite adalah batu permata yang memiliki efek perubahan warna (Color-Change) yang sangat langka dari varietas Chrysoberyl. Meskipun namanya Chrysoberyl, yang merupakan aluminat dari berilium, tidak benar-benar termasuk dalam kelompok mineral Beryl, melainkan diklasifikasikan sebagai kelompok mineral sendiri.

Almandine Garnet

Almandine Garnet, kadang-kadang juga disebut sebagai Almandite Garnet, termasuk ke dalam kelompok mineral Garnet yang sangat besar dan populer. Almandine adalah jenis yang paling umum dari semua varietas Garnet. Meskipun ada sangat banyak deposit batu Almandine Garnet di seluruh dunia, hanya sebagian kecil saja yang memiliki kualitas permata. Kebanyakan batu Almandine Garnet yang ditambang adalah buram tidak tembus cahaya dan kasar, sehingga hanya digunakan untuk keperluan industri, seperti digunakan untuk sandblasting.

Amazonite

Amazonite juga dikenal sebagai “Amazon Stone” atau batu Amazon. Batu ini adalah varietas dari Microcline hijau, yang termasuk ke dalam kelompok mineral Feldspar. Feldspar adalah mineral yang paling umum di dunia diikuti oleh Quartz (Kuarsa). Meskipun jumlah Feldspar sangat berimpah, hanya ada beberapa jenis Feldspar yang dianggap berkualitas permata. Kata “Feldspar” berasal dari bahasa Jerman, “Feld” dan “Spath”, yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Batu yang Mengandung Bijih”.

Amber (Ambar)

Batu Amber (atau Ambar) adalah batu permata yang terbentuk melalui fosilisasi resin pohon. Resin Amber tidaklah sama dengan getah pohon biasa. Secara khusus bersumber dari pohon Pinus Succinifera. Proses fosilisasi batu Amber dapat ditelusuri kembali hingga ke periode Tertiary, yang berarti bahwa batu tersebut terbentuk sekitar 50 juta tahun yang lalu. Karena batu Amber terbentuk dari resin yang lembut dan lengket, di dalam batu ini biasanya terdapat inklusi hewan dan tumbuhan; kebanyakan nyamuk dan spesies serangga lainnya. Batu Amber yang berkembang di lapisan batubara sering disebut sebagai “Resinite”, dan jenis yang bersumber khusus dari lapisan batubara Selandia Baru disebut sebagai “Ambrite”. Batu Amber adalah salah satu dari beberapa jenis batu permata organik, selain Pearl (mutiara), Coral dan Ivory (gading).

Amethyst (Kecubung atau Kecubung Ungu)

Batu Kecubung (atau Kecubung Ungu) adalah nama lokal Indonesia untuk batu permata jenis Amethyst. Karena warna ungu dianggap sebagai salah satu warna kerajaan, batu ini memiliki sejarah panjang sebagai lambang kekuasaan. Batu Kecubung juga menempati tempat yang tinggi di jajaran gereja Kristen dan disebut sebagai “Batu Uskup”. Nama Amethyst sendiri berasal dari kata Yunani “Amethystos” yang artinya “Tidak Mabuk”, karena sering digunakan sebagai jimat untuk melindungi diri dari keracunan. Sejak batu Kecubung dijadikan penangkal terhadap mabuk, banyak gelas anggur yang kemudian menggunakan ukiran batu Kecubung pada desainnya. Sampai dengan hari ini, batu Kecubung berwarna ungu adalah simbol ketenangan.

Ametrine

Batu Ametrine adalah varietas dari Macrocrystalline Quartz yang memiliki zona warna. Batu ini kadang-kadang disebut sebagai Trystine dan merupakan kombinasi Bi-Color (dua warna) alami dari Amethyst (batu Kecubung Ungu) dan Citrine (batu Kecubung Kuning). Penjelasan mudahnya, Ametrine = Amethyst + Citrine. Kombinasi warna pada ametrine dapat berkisar mulai dari ungu muda pucat sampai ungu gelap dan dari kuning pucat sampai coklat emas. Pembagian warna pada batu Ametrine ini terlihat sangat jelas. Warna ungu muda (violet) dan warna kuning yang ditemukan pada batu Ametrine adalah berasal dari jejak besi. Satu-satunya perbedaan antara Amethyst, Citrine, dan Ametrine adalah tingkat besi yang teroksidasi pada garis zona warnanya. Ketiga batu permata tersebut sama-sama mendapatkan warnanya dari besi dan sama-sama memiliki komposisi kimia silikon dioksida.

Ammolite

Ammolite, sering disebut juga sebagai Ammonite, bisa dibilang sebagai salah satu batu permata yang paling langka di bumi. Ammolite termasuk ke dalam kelompok kecil batu permata organik, yang juga termasuk Amber, Coral, Jet dan Pearl (Mutiara). Ammolite terdiri dari sisa-sisa cangkang fosil Ammonita (terutama Aragonite), yang merupakan mineral yang sama yang membentuk Mutiara Nacreous. Batu Ammolite yang sangat diinginkan adalah yang memiliki permainan warna berwarna-warni seperti batu Opal, yang biasanya terjadi dalam nuansa warna hijau dan merah, tapi semua warna spektral juga memungkinkan.

Andalusite

Nama Andalusite berasal dari Andalusia, yang merupakan nama wilayah otonom di Spanyol di mana batu ini pertama kali ditemukan. Andalusite adalah Aluminum Silicate, dan terkait erat dengan Silimanite dan Kyanite. Bahkan, ketiga mineral tersebut adalah Polymorphs, yang berarti mereka memiliki komposisi kimia yang sama, namun memiliki struktur kristal yang berbeda. Batu Andalusite adalah permata yang sangat indah, tetapi sayang sebagian besar masyarakat umum tidak mengetahuinya dan dianggap sebagai salah satu jenis permata yang kurang begitu dikenal dalam perdagangan.

Apatite

Batu Apatite adalah kelompok mineral Phosphate yang meliputi Hydroxyl-Apatite, Fluor-Apatite, dan Chlor-Apatite. Batu Apatite adalah jenis yang paling umum dari Phosphate dan merupakan sumber utama untuk Phosphorus, zat kimia penting untuk Bioenergetika dan Fotosintesis. Batu Apatite terdiri dari Calcium Phosphate, yang merupakan bahan yang sama pembentuk gigi dan tulang.

Aquamarine (Batu Biru Laut)

Batu Aquamarine (disebut juga batu Biru Laut) adalah batu permata Beryl yang berwarna biru sampai biru kehijauan. Kelompok mineral Beryl yang paling terkenal karena kaya akan kromium-nya adalah batu Zamrud (Emerald), yang merupakan salah satu dari empat batu permata yang sangat berharga, tiga lainnya adalah Berlian (Diamond), batu Merah Delima (Ruby), dan batu Safir (Sapphire). Batu Aquamarine adalah salah satu “batu kelahiran” untuk mereka yang lahir di bulan Maret. Batu ini sangat keras dan memiliki kemilau luar biasa yang seperti kaca. Nama “Aquamarine” sendiri berasal dari bahasa Latin kuno yang berarti “Air Laut”.

Aventurine

Batu Aventurine adalah varietas dari Chalcedony Quartz yang ditandai oleh karakteristiknya yang tembus cahaya dan adanya inklusi metalik yang gemerlapan. Inklusi berkilauan ini biasanya terdiri dari Muscovite Mica, yang biasanya menghasilkan warna hijau sedang sampai gelap pada batu Aventurine dengan kemilau berwarna hijau atau biru keperakan. Inklusi metalik membuat Aventurine Quartz menjadi batu dengan kemilau yang unik, yang dikenal sebagai Aventurescence. Selain Muscovite Mica, mungkin juga ada inklusi Hematite atau Goethite, yang juga menghasilkan permainan warna yang menarik.

Azurite

Batu Azurite adalah varietas langka dari bijih tembaga yang berkualitas permata. Batu ini adalah salah satu dari dua mineral karbonat tembaga dasar (Malachite adalah yang lainnya). Batu Azurite lebih langka daripada Malachite dan dianggap lebih berharga. Azurite mendapatkan namanya dari kata Persia “Lazhward”, yang mengacu pada warna biru terangnya yang khas. Azurite adalah batu yang cukup lunak dan penggunaannya dalam perhiasan sebenarnya cukup terbatas. Bahkan, batu Azurite lebih dicari oleh kolektor permata dan mineral daripada desainer perhiasan. Batu ini paling sering diukir menjadi bentuk hias yang menarik dan jarang digunakan pada desain perhiasan pada umumnya.

Black Opal

Batu Black Opal adalah salah satu dari banyak varietas Opal yang ada saat ini dan juga menjadi salah satu varietas yang paling populer. Pada tahun 2008, Australia secara resmi mengakui dan menyatakan bahwa batu Black Opal menjadi batu permata resmi untuk negara bagian New South Wales. Batu Opal sudah menjadi batu permata resmi yang mewakili seluruh negara bagian Australia, karena hampir semua pasokan batu Black Opal di dunia ditambang dari New South Wales dan menakjubkannya, 97% dari semua batu Opal yang ada di dunia juga bersumber dari Australia.

Bloodstone (Heliotrope, Akik Darah, Batu Darah, Naga Sui atau Nogo Sui)

Batu Bloodstone adalah batu permata buram sampai tembus cahaya varietas dari Chalcedony Quartz. Lebih spesifik lagi, diklasifikasikan sebagai varietas dari Microcrystalline Quartz. Batu Bloodstone memiliki ciri fisik berwarna hijau tua dan adanya inklusi berwarna merah seperti darah. Batu Bloodstone juga dikenal sebagai “Heliotrope” dan “Blood Jasper”. Di Indonesia, batu ini biasa disebut dengan nama Akik Darah, Batu Darah, Naga Sui atau Nogo Sui.

Boulder Opal

Batu Boulder Opal adalah salah satu varietas Opal yang paling berharga kedua setelah Black Opal Australia. Spesimen Boulder Opal bisa menunjukkan semua warna spektral melalui permainan warnanya yang unik. Boulder Opal mungkin dianggap kurang berharga daripada Black Opal, tapi sebenarnya lebih langka. Boulder Opal hanya didapatkan sekitar 2% saja dari deposit semua Opal di Australia, sedangkan Black Opal sekitar 8%. Sisanya 90% adalah Common Opal, sering disebut sebagai “Potch” atau “White Opal”. Australia memproduksi lebih dari 95% dari seluruh pasokan dunia untuk batu permata Opal, jelas menjadikannya sebagai pemasok Opal terbesar di dunia. Boulder Opal pertama kali ditemukan di Quilpe, Australia Barat, sekitar tahun 1870. Hampir semua batu Boulder Opal yang ada saat ini adalah berasal dari Western Queensland, Australia, area yang kaya akan Opal dengan luas sekitar 200 sampai 300 kilometer persegi.

Carnelian

Batu Carnelian termasuk ke dalam kelompok mineral Quartz, kelompok mineral yang paling banyak kedua di dunia. Meskipun semua batu permata Quartz memiliki komposisi kimia yang sama yaitu silikon dioksida, mereka diklasifikasikan menjadi dua cabang yang berbeda berdasarkan bentuk kristalnya: Macrocrystalline Quartz dan Cryptocrystalline Quartz, dan batu Carnelian masuk ke dalam Cryptocrystalline Quartz. Cryptocrystalline, juga disebut sebagai Chalcedony Quartz, juga mencakup berbagai batu permata lainnya seperti batu Agate, Onyx, dan Jasper. Batu Carnelian diklasifikasikan berdasarkan warnanya dan didefinisikan sebagai varietas Chalcedony Quartz yang berwarna merah-oranye sampai merah kecoklatan. Warnanya berasal dari jejak besi yang terbentuk di dalam kristal Quartz tak berwarna.

Chalcedony (Akik Yaman, Spiritus, atau Lavender)

Batu Chalcedony adalah spesies batu permata yang termasuk ke dalam kelompok mineral Quartz. Secara teknis, Chalcedony adalah istilah Gemologi untuk semua jenis Quartz dalam bentuk Cryptocrystalline, yang bisa memiliki beragam warna, ukuran, dan pola. Namun, saat ini istilah “Chalcedony” paling sering digunakan untuk mereferensikan jenis yang lebih spesifik dari Cryptocrystalline Quartz, sering disebut sebagai “Actual Chalcedony” atau “Chalcedony yang sebenarnya”, atau “Chalcedony dalam arti sempit”. Untungnya, untuk meminimalkan kebingungan, sebagian varietas lain dari Cryptocrystalline Quartz diperdagangkan menggunakan nama dagang individu mereka sendiri, seperti Banded Agate, Carnelian, atau Jasper. Batu Chalcedony bisa dikenali melalui sifat tembus cahayanya, kesolidan warna terangnya, biasanya mulai dari kebiruan sampai putih atau abu-abu. Di Indonesia, batu ini biasa disebut dengan nama batu Akik Yaman, Spiritus, atau Lavender.

Charoite

Charoite adalah mineral silicate langka dengan komposisi kimia yang sangat kompleks, Phosphorus, Calcium, dan Sodium. Batu ini dianggap sebagai batu permata yang relatif baru, karena mulai diperkenalkan pada tingkat komersial pada tahun 1978, meskipun penemuan pertamanya terjadi sekitar tahun 1940-an. Komposisi batu Charoite hampir mendekati murni dan mengandung hanya sedikit jejak Microcline Feldspar, Aergirine, atau Tinaksite.

Chrome Diopside

Batu Chrome Diopside adalah varietas dari Calcium Magnesium Sillicate yang berkualitas permata yang kaya akan Chromium dengan level kejernihan transparan sampai Translucent (tembus cahaya tapi tidak transparan). Batu ini adalah salah satu varietas langka dari Diopside dan termasuk ke dalam keluarga mineral Pyroxene. Diopside terkenal karena warna hijau-hutannya yang atraktif, tapi tergantung pada jejak dan agen pewarnanya, warna batu permata Diopside bisa mencakup berbagai warna yang berbeda, seperti hitam sampai mendekati hitam, ungu-biru yang langka, dan hijau muda kekuningan sampai hijau tua. Batu Chrome Diopside telah diakui secara resmi sebagai bagian dari Diopside, dan merupakan salah satu permata terbaru yang hadir dalam perdagangan permata saat ini. Meskipun relatif baru, batu ini sangat cepat diterima dalam perdagangan permata dan menjadi salah satu batu permata hijau yang paling populer saat ini. Meskipun beredarnya keyakinan luas bahwa batu permata berwarna hijau adalah hal yang umum, batu permata hijau yang terbentuk secara alami seperti Chrome Diopside ini sebenarnya tergolong langka.

Chrysoberyl

Batu Chrysoberyl adalah batu permata langka dan eksotis yang dtemukan pertama kali pada tahun 1789 oleh ahli geologi terkenal, Abraham Gottlob Werner. Nama “Chrysoberyl” awalnya berasal dari kata Yunani, “Chryso” dan “Beryl”, yang artinya “Emas” dan “Hijau”. Selama bertahun-tahun, batu Chrysoberyl sering disebut sebagai “Chrysolite”, nama yang secara historis pernah digunakan untuk mengacu pada setiap batu permata yang berwarna emas-hijau sampai hijau zaitun. Saat ini, istilah “Chrysolite” tidak lagi sering digunakan. Meskipun namanya “Chrysoberyl”, batu Chrysoberyl bukanlah Beryl, meskipun memiliki tampilan dan komposisi yang sama dengan Beryl. Batu Chrysoberyl diklasifikasikan sebagai spesies dan kelompok mineral yang independen. Beryl adalah aluminum beryllium silicate, sedangkan Chrysoberyl adalah beryllium aluminum oxide. Chrysoberyl adalah bijih kecil dari elemen Beryllium (Be) dan terbentuk pada granit.

Chrysocolla (Bacan)

Batu Bacan adalah nama lokal Indonesia untuk batu permata jenis Chrysocolla. Batu ini memiliki warna berupa corak, gabungan beberapa warna seperti biru, hijau, hijau kebiru-biruan, biru kehitam-hitaman, dan cokelat muda hingga cokelat gelap. Bagi penghobi batu akik di Indonesia, batu ini cukup digemari karena harganya yang tergolong terjangkau. Meskipun batu ini kurang dikenal sebagai batu permata, batu ini masih merupakan batu yang sangat menarik untuk dikoleksi. Batu ini biasanya dihargai berdasarkan corak warnanya yang menarik dan polanya yang atraktif. Batu Bacan cukup mirip dengan batu Pirus (Turquoise) dan Azurite, baik warna maupun kemilaunya, sehingga orang sering salah membedakannya.

Chrysoprase

Batu Chrysoprase adalah varietas dari Chalcedony Quartz, bentuk Cryptocrystalline dari silikon dioksida. Batu Chrysoprase sangat berharga karena warna apel hijaunya yang unik karena adanya agen pewarna yang khas. Kebanyakan batu permata berwarna hijau lainnya warnanya berasal dari unsur besi (seperti Tourmaline), Chromium (seperti Emerald), atau Vanadium (seperti Tsavorite Garnet), tapi batu Chrysoprase warnanya berasal dari kandungan nikel, yang terbentuk di dalam kristal Quartz tak berwarna. Batu Chrysoprase dianggap sebagai salah satu varietas Chalcedony Quartz yang paling langka dan paling berharga, setelah Gem Silica berwarna hijau biru langka yang juga dikenal sebagai “Chrysocolla Chalcedony”.

Citrine (Kecubung Kuning)

Batu Citrine (atau Kecubung Kuning) adalah salah satu batu permata yang paling populer yang ada saat ini. Batu ini termasuk dalam golongan besar Quartz (SiO2). Lebih khusus lagi, batu ini adalah varietas Macrocrystalline Quartz yang berwarna kuning sampai kuning emas. Nama “Citrine” berasal dari bahasa Perancis “Citron” yang artinya “Lemon”, meskipun warnanya cenderung lebih keemasan daripada kuning lemon.

Diamond (Berlian atau Intan)

Batu Diamond (disebut juga Berlian atau Intan) adalah batu permata transparan yang merupakan bentuk kristal dari karbon dan substansi alami yang paling keras di bumi. Batu Berlian tidak hanya berharga dan terkenal karena kekerasannya yang luar biasa, tetapi juga indeks biasnya yang tinggi (kecemerlangan) dan tingkat dispersinya yang juga tinggi. Meskipun Berlian putih bening atau yang tak berwarna merupakan yang paling populer, sedangkan yang berwarna kuning dan coklat (Champagne dan Cognac) sebenarnya adalah yang paling umum dan banyak. Warna lainnya bisa biru, merah muda, merah, hijau, oranye, dan hitam. Batu Berlian berwarna merah sebenarnya adalah salah satu batu permata yang paling langka di dunia, karena warnanya bukan karena adanya jejak kimia seperti pada kebanyakan jenis batu permata berwarna lainnya, melainkan karena hasil dari “cacat” kecil yang unik pada kisi kristalnya.

Emerald (Zamrud)

Batu Zamrud adalah nama lokal Indonesia untuk batu permata jenis Emerald. Batu ini adalah batu yang paling berharga dari kelompok Beryl. Nama Emerald berasal dari kata Perancis lama “Esmeralde”, yang berasal dari kata Yunani “Smaragdos” yang berarti “Batu Hijau”. Warna hijau Zamrud tidak pernah tertandingi dalam sejarah batu permata, dan termasuk yang paling populer di dunia dan favorit di kalangan elit, serta dianggap sebagai salah satu dari empat batu permata yang paling berharga, bersanding dengan batu Safir (Sapphire), batu Merah Delima (Ruby) dan Berlian (Diamond).

Fire Agate

Batu Fire Agate adalah varietas langka dari Chalcedony Quartz yang memiliki efek permainan warna yang berapi-api. Batu permata natural ini hanya ditemukan di daerah sekitar Southwestern United States dan Northern Mexico. Permainan warnanya merupakan fenomena optik unik yang disebabkan oleh difraksi cahaya. Ketika cahaya melewati lapisan material, efek prismanya menyebabkan cahaya berpisah menjadi berbagai warna spektral. Pada batu Fire Agate, lapisannya terdiri dari Limonite atau Goethite Iron Oxide dan Silica. Komposisi lapisan dalam yang sangat unik inilah yang membedakannya dengan varietas lain batu Agate.

Fire Opal

Seperti batu permata Opal lainnya, antara tiga sampai sepuluh persen (dan dalam beberapa kasus sampai dengan 21 persen) dari berat batu Fire Opal adalah air. Karena kadar airnya yang tinggi, batu Fire Opal menjadi sedikit lunak dan harus dilindungi dari panas dan kontak yang terlalu lama dengan cahaya yang kuat, untuk menghindari pengeringan dan retak. Batu Fire Opal tidak terkenal karena permainan warnanya, tapi karena warnanya yang cerah dan terkadang menunjukkan kilatan berwarna hijau terang.

Fluorite

Batu Fluorite dianggap sebagai salah satu mineral yang paling populer di dunia dimata para kolektor, peringkat kedua setelah Quartz (Kuarsa). Batu ini sering disebut sebagai “Mineral yang paling berwarna-warni di dunia” karena ragam warnanya yang cemerlang. Batu Fluorite pertama kali dikenalkan pada tahun 1530 yang pada awalnya disebut sebagai “Fluorspar”. Mineral ini sangat terkenal karena efektivitasnya sebagai fluks untuk pengolahan aluminium dan baja. Saat ini, istilah “Fluorspar” hanya digunakan dalam bidang industri dan kimia pembentuk Fluorite, sementara “Fluorite” adalah istilah yang digunakan dalam referensi untuk batu permata dan mineral.

Golden Beryl (Heliodor)

Beryl adalah salah satu kelompok mineral yang paling penting, jumlahnya sangat berlimpah, tapi sangat jarang yang transparan dan berkualitas permata. Spesimen yang transparan disebut sebagai “Precious Beryl”. Anggota paling terkenal dari keluarga Beryl adalah Emerald (batu Zamrud), dan yang kedua adalah Aquamarine (batu Biru Laut). Meskipun Beryl adalah salah satu kelompok mineral yang paling penting, Golden Beryl adalah yang kurang begitu dikenal oleh masyarakat umum. Beryl populer lainnya adalah Pink Morganite dan White Goshenite. Red Beryl adalah yang paling langka dan dalam perdagangan permata dikenal sebagai “Bixbite”.

Hawk’s Eye (Mata Elang)

Batu Hawk’s Eye atau disebut juga batu Mata Elang adalah batu permata dari varietas Quartz (Kuarsa) berserat yang buram tidak tembus cahaya berwarna biru abu-abu sampai biru hijau. Lebih khusus lagi, batu Hawk’s Eye adalah varietas dari Macrocrystalline Quartz, dan batu ini sebenarnya adalah Pseudomorph dari Quartz. Pseudomorph adalah satu mineral yang berubah menjadi mineral lain dari waktu ke waktu. Pada kasus terbentuknya batu Hawk’s Eye, prosesnya dimulai sebagai Crocidolite yang kemudian berubah menjadi Quartz. Crocidolite adalah mineral biru berserat yang termasuk dalam keluarga Riebeckite dari Amphibole Silicates, yang dianggap sebagai salah satu dari beberapa bentuk Asbestos. Transformasi batu Hawk’s Eye dimulai sebagai Quartz yang perlahan tertanam diantara serat-serat Crocidolite, hingga akhirnya benar-benar menggantikannya dengan tetap mempertahankan bentuk mineral aslinya yang berserat.

Hematite (Badar Besi)

Hematite adalah batu permata oksida besi. Batu ini adalah bijih besi utama dan salah satu dari beberapa batu permata yang memiliki kemilau metalik (seperti logam). Seperti kebanyakan batu permata lainnya yang memiliki kemilau metalik, batu Hematite sangat padat dan memiliki indeks bias yang sangat tinggi. Bahkan, berat jenis dan indeks biasnya jauh lebih tinggi daripada Corundum, Zircon, dan bahkan Berlian (Diamond). Nama “Hematite”, berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Darah”, karena warnanya merah ketika diiris tipis atau ketika dijadikan bubuk. Warnanya ini digunakan untuk keperluan industri sebagai pigmen merah, meskipun saat ini lebih sering diganti dengan bahan lain yang lebih murah. Di Indonesia, batu ini disebut dengan nama “Badar Besi”.

Idocrase (Sungai Dareh atau Bio Solar Aceh)

Batu Idocrase (di Indonesia biasa disebut dengan nama batu Sungai Dareh atau Bio Solar Aceh) adalah batu permata langka, yang biasanya ditemukan dalam nuansa hijau dan kadang-kadang coklat kuning atau biru pucat. Batu ini termasuk ke dalam kelompok silikat mineral, yang didefinisikan secara khusus sebagai calcium-aluminum-silicate. Dalam banyak kasus, nama “Idocrase” digunakan untuk merujuk pada bentuk batu permata, sementara nama “Vesuvianite” lebih digunakan untuk mereferensikan bentuk kristalnya yang kasar. Nama “Vesuvianite” berasal dari nama gunung berapi Vesuvius di mana batu Idocrase pertama kali ditemukan.

Iolite (Safir Air*)

Batu Iolite (nama Gemology) adalah bentuk permata transparan dari Cordierite (nama Mineralogy), sebuah mineral Magnesium Iron Aluminum Cyclosilicate. Meskipun mineral ini memiliki sejarah sejak ratusan tahun yang lalu, batu Iolite masih dianggap relatif baru dan kurang begitu dikenal dalam dunia batu permata. Cordierite dinamai secara resmi oleh ahli geologi Perancis, Pierre Louis Antoine Cordier (1777-1861) pada tahun 1813. Penemuan pertama deposit batu Iolite yang transparan dan berukuran besar terjadi pada tahun 1996 di Palmer Creek, Wyoming (United States) oleh ahli geologi Amerika, W. Dan Hausal. Kristal Iolite yang terbesar di dunia ditemukan di selatan Palmer Creek, di Grizzly Creek, Wyoming. Kristal ini memecahkan rekor memiliki berat lebih dari 24.000 karat.

Jade (Giok)

Batu Giok atau Jade ada dua jenis, yaitu Jadeite dan Nephrite (jangan bingung dengan istilah Jade dan Jadeite, karena Jade adalah nama internasional dari batu Giok, sedangkan Jadeite adalah salah satu jenis atau varian dari batu Giok). Batu Giok jenis Jadeite termasuk langka, karena itulah harganya menjadi mahal. Bentuk yang paling berharga dari batu ini adalah yang berwarna hijau mencolok seperti batu Zamrud (Emerald), yang kemudian dikenal sebagai “Imperial Jadeite”.

Jasper

Batu Jasper adalah salah satu varietas dari batu permata Quartz (Kuarsa). Nama “Jasper” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Batu Berbintik”, yang mengacu pada warna-warninya, bergaris, berbintik, atau tampilannya yang terlihat seperti nyala api. Batu Jasper biasanya dianggap sebagai Chalcedony, tapi beberapa ilmuwan menggolongkan batu Jasper sebagai jenis yang berbeda karena struktur kasarnya yang khas.

Kunzite

Batu Kunzite adalah permata berwarna merah muda pucat yang pertama kali ditemukan di Connecticut, Amerika Serikat, dan diberi nama oleh George Frederick Kunz (1856 – 1932), seorang mineralog dan mantan wakil presiden Amerika. Kunz adalah spesialis perhiasan legendaris dan spesialis batu berwarna dari New York, dan dia adalah orang pertama yang secara komprehensif mengenalkan batu Kunzite pada tahun 1902.

Kyanite (Safir Australia*)

Kyanite adalah batu permata aluminum silicate yang kadang-kadang disebut sebagai Disthene, Rhaeticite, atau Cyanite. Namanya berasal dari bahasa Yunani “Kuanos” atau “Kyanos”, yang artinya “Biru Tua”, mengacu pada warna birunya yang khas. Di Indonesia, batu Kyanite memiliki nama “menyesatkan” yaitu “Safir Australia”, entah siapa yang memulainya memberi nama sesat tersebut, padahal batu Safir (Sapphire) dan Kyanite adalah dua mineral yang berbeda. Selain warna biru, batu Kyanite sebenarnya juga bisa berwarna putih bening, abu-abu, hijau, oranye, atau kuning. Warnanya biasanya tidak konsisten di seluruh tubuhnya, ada zonasi warna gelap dan terang, bersama dengan garis-garis atau bercak-bercak putih. Batu Kyanite adalah polimorf dari Andalusite dan Sillimanite. Batu permata polimorf memiliki komposisi kimia yang mirip, tetapi memiliki struktur kristal yang berbeda. Bentuk kristal batu Kyanite adalah Triclinic, sedangkan Andalusite dan Sillimanite kristalnya Orthorhombic.

Labradorite (Labrador)

Batu Labradorite adalah batu permata (yang diberi nama Labrador, nama suatu tempat di Canada) yang ditemukan di Isle of Paul, dekat Nain pada tahun 1770. Setelah itu, ditemukan juga di tempat lain seperti Finland, Madagascar, dan Australia. Setelah penemuannya, batu Labradorite menjadi populer di kalangan misionaris. Batu Labradorite adalah Plagioclase Feldspar (Plagioclase: bentuk feldspar yang terdiri dari aluminosilikat sodium dan atau calsium, biasanya pada batuan beku dan berwarna putih) yang menunjukkan fenomena optik Adularescence (kemilau putih susu atau kebiruan yang berasal dari bawah permukaan batu). Efek optik ini begitu unik pada batu Labradorite dan diberi nama khusus “Labradorescence”. Fenomena optik ini adalah hasil dari difraksi cahaya dari dalam lapisan batu. Bila dilihat pada sudut pengamatan tertentu, batu Labradorite menampilkan warna yang menarik yang berasal dari dalam batu. Batu Labradorite yang paling bernilai tinggi adalah bisa menampilkan spektrum warna penuh dalam Labradorescence-nya. Batu Labradorite yang tidak menunjukkan fenomena optik Labradorescence masih tetap terlihat indah karena adanya efek Aventurescence, yaitu kemilau karena efek pantulan optik yang disebabkan oleh difraksi cahaya.

Lapis Lazuli (Batu Akik Lapis, Batu Nila, atau Lazuardi)

Batu Lapis Lazuli (di Indonesia disebut juga dengan nama Akik Lapis, Batu Nila, atau Lazuardi), sering juga hanya disebut sebagai “Lapis”, telah digunakan sebagai batu permata sejak ribuan tahun yang lalu. Batu ini telah ditambang dari Afghanistan sejak awal milenium ke-7 sebelum Masehi, dan ditemukan di situs pemakaman kuno di seluruh Caucasus, Mehrgarh dan bahkan sampai ke Republik Mauritania. Topeng pemakaman Mesir kuno untuk Firaun “King Tut” bahkan ditemukan telah dihiasi dengan batu Lapis Lazuli.

Larimar

Larimar adalah nama dagang untuk permata berwarna biru yang langka dari varietas mineral Pectolite. Pectolite biasanya berwarna abu-abu dan sebenarnya tidak langka, bisa ditemukan di banyak lokasi di seluruh dunia. Tapi, yang berwarna biru hanya ditemukan di satu lokasi saja di dunia, yaitu di Dominican Republic. Secara gemologi, Larimar biru adalah sodium calcium silicate terhidrasi dengan mangan. Komposisi batu Larimar biasanya sering bercampur dengan bahan lain seperti Calcite dan Hematite. Warnanya bisa bervariasi mulai dari putih sampai biru muda, dan dari biru langit sampai biru vulkanik.

Malachite

Batu Malachite adalah mineral carbonat tembaga berwarna hijau. Namanya mungkin berasal dari kata Yunani, “Malache” yang artinya “Mallow” (tumbuhan perdu dengan batang berbulu, dengan bunga merah muda atau ungu, dan buahnya berbentuk cakram. Beberapa jenis ditanam sebagai tanaman hias, dan beberapanya bisa dimakan), karena warna batu Malachite mirip dengan warna daun Mallow. Atau, nama “Malachite” mungkin berasal dari kata Yunani, “Malakos”, yang artinya “Lunak”, karena fakta bahwa batu Malachite tergolong lebih lunak dibandingkan dengan mineral lainnya.

Moonstone (Biduri Bulan)

Batu Moonstone (di Indonesia disebut juga dengan nama batu Biduri Bulan) adalah batu permata yang berasal dari Orthoclase Feldspar, sebuah Potassium Aluminum Silicate. Batu Moonstone dikenal memiliki kemilau istimewa pada kondisi pencahayaan tertentu, dan kemilaunya tersebut menjadikan batu ini sebagai salah satu batu permata yang paling populer yang ada saat ini. Fenomena kemilau putih kebiruannya yang menyerupai bulan pada batu ini menjelaskan darimana asal nama “Moonstone”. Gemologists menyebut fenomena kilauan ini sebagai “Adularescence”.

Obsidian

Batu Obsidian telah digunakan sebagai batu permata sejak jaman dahulu. Obsidian diberi nama oleh Obsius, orang Romawi yang telah menemukan batu yang sama. Batu Obsidian terbentuk ketika lava mendingin yang kemudian membentuk seperti mineral, meskipun sebenarnya tidak dianggap sebagai mineral karena komposisinya yang terlalu rumit dan tidak memiliki struktur kristal. Selain penggunaan dekoratif, batu Obsidian memiliki fungsi praktis. Karena kurangnya Cleavage (kecenderungan kristal untuk pecah terbelah mengikuti struktur kristalnya), patahan dan tajamnya tepiannya ketika rusak atau pecah, batu ini digunakan untuk membuat pisau bedah yang halus dan tajam. Batu Obsidian juga telah digunakan untuk membuat kepala anak panah dan pedang, serta ornamen-ornamen sejak ribuan tahun yang lalu oleh orang-orang kuno seperti Mesoamericans pra-Columbus dan orang Mesir kuno.

Opal (Kalimaya)

Batu Opal secara gemologi lebih digolongkan sebagai mineraloid daripada mineral, karena bentuk amorf-nya. Nama Opal sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya “Batu”. Batu Opal digunakan sebagai batu permata nasional negara Australia, karena fakta bahwa Australia memproduksi sekitar 97% dari seluruh pasokan batu Opal di dunia. Batu Opal dibagi menjadi tiga kelompok utama, antara lain: Precious Opal, Fire Opal, dan Common Opal (Potch). Di Indonesia, batu ini juga dikenal sebagai batu Kalimaya.

Peridot

Batu Peridot adalah batu permata berkualitas dari jenis Olivine. Batu ini termasuk ke dalam kelompok mineral Forsterite-Fayalite. Batu Peridot adalah batu permata Idiochromatic, yang artinya warnanya berasal dari komposisi kimia dari mineral itu sendiri, bukan karena unsur atau zat lain. Oleh karena itu, batu Peridot hanya memiliki warna hijau saja. Bahkan, batu Peridot merupakan salah satu batu permata yang hanya memiliki satu warna saja, meskipun warna hijaunya bisa bervariasi mulai dari yang muda kekuningan sampai yang tua hijau kecoklatan.

Pietersite

Batu Pietersite adalah agregat Breccia (batuan yang terdiri dari fragmen yang tertanam dalam matriks) langka berwarna biru-abu-abu atau kemerahan, yang sebagian besarnya terdiri dari Tiger’s Eye (batu Mata Macan) dan Hawk’e Eye (batu Mata Elang). Pietersite dari Namibia pertama kali perkenalkan pada tahun 1962 oleh Sid Pieters, sehingga batu ini dinamai berdasarkan namanya untuk menghormatinya. Istilah “Pietersite” sekarang digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan Brecciated Tiger’s Eye.

Prehnite

Batu Prehnite adalah mineral pertama yang namanya berasal dari nama orang. Batu ini juga merupakan mineral pertama yang berasal dari Afrika Selatan, jauh sebelum Afrika Selatan menjadi salah satu sumber yang paling penting untuk permata berharga lainnya. Batu ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1788 dan dinamai berdasarkan nama penemunya, Kolonel Hendrik von Prehn (1733-1785), seorang mineralog asal Belanda dan Gubernur pertama koloni Cape of Good Hope.

Quartz (Kuarsa)

Batu Quartz (atau disebut juga dengan Kuarsa) adalah salah satu mineral yang paling penting di bumi dan menjadi salah satu kelompok batu permata yang paling populer. Quartz adalah mineral kedua terbanyak yang ditemukan di kerak benua, setelah Feldspar. Nama “Quartz” diduga berasal dari bahasa Jerman “Quarz”, yang kemungkinan berasal dari kata Slavia dan Polandia yang artinya “Keras”. Nama ini cukup deskriptif menggambarkan kekerasan batu Quartz itu sendiri, yang mencapai 7 skala Mohs. Batu permata lainnya sering dibandingkan dengan Quartz ketika mengklasifikasikan kekerasan atau daya tahannya.

Rainbow Moonstone (Biduri Laut)

Batu Rainbow Moonstone adalah nama yang diberikan untuk varietas Labradorite yang memiliki fenomena optik Adularescence (kemilau putih susu atau kebiruan yang berasal dari bawah permukaan batu permata) pada warna tubuhnya yang cerah. Batu Rainbow Moonstone adalah anggota dari kelompok Feldspar, yang membentuk sekitar 60% dari kerak bumi.

Rhodochrosite (Ruby Borneo* atau Merah Borneo)

Batu Rhodochrosite adalah mineral Mangan yang menjadi batu permata menarik karena adanya garis berwarna merah raspberry (frambos) dan merah mudanya yang khas. Karena komposisinya, batu Rhodochrosite juga disebut sebagai Manganesespar atau Raspberryspar dengan mengacu pada warnanya. Nama Rhodochrosite berasal dari bahasa Yunani, “Rhodokhros”, yang artinya “Berwarna Mawar”. Di Argentina, stalagmit Rodochlorite terbentuk di tambang perak suku Inca yang telah ditinggalkan sejak berabad-abad yang lalu. Kadang-kadang juga disebut “Rosa del Inca” atau “Inca Rose Stone” yang artinya “Batu Mawar Suku Inca”. Suku Inca juga mempercayai bahwa batu Rhodochrosite adalah darah mantan penguasa mereka yang telah berubah menjadi batu. Di Indonesia, batu Rhodochrosite biasa disebut dengan nama “Merah Borneo”, atau dengan nama lain yang menyesatkan, “Ruby Borneo”. Kami katakan menyesatkan, karena Ruby dan Rhodochrosite tidaklah sama, dari penampilannya saja bedanya sudah seperti langit dan bumi, belum lagi komposisi kimia dan sifat fisik lainnya. Entah siapa yang memberi nama demikian.

Rose Quartz (Kuarsa Mawar)

Batu Rose Quartz (atau disebut juga Kuarsa Mawar) termasuk dalam keluarga Macrocrystalline Quartz, bersama dengan Rock Crystal, Amethyst (Kecubung Ungu), Citrine (Kecubung Kuning), dan Smoky Quartz (Kecubung Teh). Seperti namanya, Macrocrystalline Quartz memiliki kristal besar yang bisa dikenali melalui penglihatan langsung. Jenis Quartz ini biasanya transparan tembus cahaya sampai dengan tembus cahaya tapi tidak transparan, dengan kemilau seperti kaca. Di antara varietas Macrocrystalline Quartz, batu Rose Quartz tergolong tidak biasa karena warnanya yang terlihat seperti susu dan tembus cahaya.

Ruby (Merah Delima)

Batu Merah Delima adalah nama lokal Indonesia untuk batu permata jenis Ruby. Batu ini adalah salah satu batu permata berwarna yang berharga tinggi. Pada kenyataannya, batu Merah Delima bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi daripada Berlian (Diamond) yang berukuran sama. Harga yang tinggi ini telah berlaku selama berabad-abad karena tingkat kekerasannya yang mencapai 9 skala Mohs, dan warna merah berkilaunya yang seperti kaca. Batu Merah Delima adalah varietas dari Corundum yang mendapatkan warna merah dari Kromium. Corundum yang berwarna selain merah diklasifikasikan sebagai batu Sapphire, atau dengan kata lain, batu Merah Delima adalah batu Sapphire yang berwarna merah. Dalam bentuk murninya, Corundum sendiri tidak memiliki warna.

Sapphire (Safir)

Batu Safir (Sapphire) adalah varietas dari mineral Corundum yang berkualitas. Batu ini termasuk yang paling keras kedua setelah Berlian (Diamond), dengan tingkat kekerasan 9 skala Mohs. Corundum sendiri bukanlah mineral langka, tapi yang berkualitaslah yang jarang ada. Kebanyakan Corundum adalah Opaque (tidak tembus cahaya) hingga Translucent (tembus cahaya tapi tidak transparan) dan sangat keras, cocok digunakan untuk keperluan industri, seperti produksi abrasive yang digunakan untuk amplas, mesin logam, plastik dan kayu. Nama Corundum berasal dari kata Sansekerta “Kuruvindam”, yang artinya “Ruby Sapphire”, sedangkan nama Sapphire berasal dari kata Persia “Safir”, yang diambil dari kata Yunani yang mengartikan warna “Biru”. Pada zaman kuno dan abad pertengahan, istilah Sapphire sebenarnya merujuk pada Lapis Lazuli, tetapi kemudian pada awal abad ke-19, deskripsi dan definisi Sapphire diubah menjadi berbagai jenis Corundum yang kita kenal sekarang.

Seraphinite (Bulu Monyet atau Bulu Macan)

Seraphinite adalah nama dagang yang digunakan untuk varietas Clinochlore, yang termasuk ke dalam kelompok Chlorite. Nama Seraphinite berasal dari bahasa Yunani “Seraphim”, yang mengacu pada makhluk surgawi dengan tiga pasang sayap. Terciptanya nama ini mungkin karena disebabkan oleh adanya serat Chatoyant yang mirip bulu yang ada pada batu Seraphinite. Serat ini adalah hasil dari inklusi Mica. Batu Seraphinite biasanya berwarna hijau gelap sampai abu-abu, yang kontras dengan serat bulu perak yang berkilau ketika batu diarahkan pada cahaya. Batu Seraphinite tidak cukup keras digunakan sebagai batu permata perhiasan, sehingga batu ini lebih sering dikoleksi saja. Di Indonesia, batu ini juga disebut sebagai batu “Bulu Monyet” atau “Bulu Macan”, yang juga merupakan sebutan sama untuk batu Pietersite, entah mana yang benar.

Serpentine

Batu Serpentine adalah Hydrated Magnesium Silicate, biasanya berwarna hijau, hijau kekuningan, atau hijau kecoklatan. Namanya diduga berasal dari warnanya yang hijau seperti ular. Serpentine bukan hanya batu permata, tapi juga merupakan sekelompok mineral yang mencakup hingga 20 anggota terkait yang berbeda. Meskipun ada berbagai jenis Serpentine, hanya ada dua struktur agregat dasar Serpentine, yang meliputi Antigorite dan Chrysotile.

Sodalite

Batu Sodalite biasanya berwarna biru tua karena adanya konten Sodium. Batu Sodalite pertama kali ditemukan di Greenland pada tahun 1806 dan kemudian digunakan sebagai batu hias pada tahun 1891 ketika deposit besar ditemukan di Ontario, Canada. Selain warna biru, batu Sodalite juga bisa berwarna abu-abu, kuning, oranye, atau merah muda. Namun, untuk penggunaan sebagai batu permata, biasanya dipilih yang warna biru, dan biasanya yang memiliki pola seperti “pembuluh darah” berwarna putih. Batu Sodalite juga kadang-kadang dijual sebagai “Alomite”, “Blue Stone”, dan “Ditroite”.

Sphalerite

Batu Sphalerite adalah mineral bijih Zinc yang biasanya mengandung besi. Ketika kandungan besi-nya tinggi, Sphalerite akan menjadi hitam dan buram tidak tembus cahaya. Material yang berkualitas permata adalah yang memiliki kandungan besi rendah, sehingga kristalnya transparan. Karena tingkat kekerasannya yang tergolong rendah, batu ini biasanya hanya digunakan sebagai koleksi saja. Salah satu karakteristik yang paling menonjol dari Sphalerite adalah dispersinya yang tinggi (0,156). Bahkan, dispersinya lebih dari tiga kali lipat daripada Diamond (Berlian), yang hanya memiliki dispersi 0,044. Ini berarti bahwa Sphalerite memiliki kemilau “api” yang luar biasa, kilatan warna terlihat ketika Sphalerite dihadapkan pada cahaya.

Sphene (Titanite)

Sphene adalah batu permata berwarna hijau kekuningan, hijau, oranye, atau coklat yang sangat langka dengan kemilau yang sangat berkelas, juga dikenal sebagai “Titanite” karena kandungan Titanium-nya. Nama “Sphene” berasal dari bahasa Yunani, “Sphen”, yang dalam bahasa Inggris berarti “Wedge”, yang menyinggung formasi kristalnya. Karena dispersinya yang kuat, ketika dipotong dengan tepat, Sphene bisa menunjukkan warna kemilau berapi-api mirip seperti Berlian (Diamond).

Spinel

Batu Spinel adalah oksida aluminium magnesium yang berkilau yang telah digunakan sebagai batu permata selama berabad-abad. Keindahan batu Spinel telah menyebabkan kekeliruan dikenali sebagai batu Merah Delima (Ruby) dan Safir (Sapphire) di masa lalu. Batu Spinel terbentuk dalam berbagai warna, seperti Rose Pink (merah muda mawar) sampai yang kaya akan merah; lavender sampai ungu tua; biru, oranye, kuning, coklat dan hitam.

Star Sapphire

Star Sapphire adalah varietas langka dari batu Sapphire (Safir) yang memiliki Asterism (tanda bintang) yang tergolong langka. Ketika dilihat, tanda bintang 6 akan terlihat melayang di permukaan batu. Efek terbaiknya bisa dilihat pada sorot cahaya langsung, dan ketika dimiringkan atau diputar dari sudut yang berbeda. Batu Star Sapphire memiliki inklusi seperti jarum kecil. Jarum sejajar yang saling berpotongan dari berbagai sudut menghasilkan fenomena langka yang kemudian dikenal sebagai Asterism.

Sugilite

Sugilite adalah mineral Cyclosilicate ungu yang langka yang namanya berasal dari nama Petrologist Jepang, Ken-ichi Sugi, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 1944 di Iwagi Islet, Jepang. Namun, saat itu hanya berupa butiran berwarna kuning kecoklatan yang tidak sesuai digunakan sebagai batu permata. Deposit signifikan yang berkualitas permata kemudian ditemukan pada tahun 1979 di sebuah tambang Mangan di sebelah selatan gurun Kalahari Afrika Selatan. Pada tahun 1980, batu Sugilite secara resmi diklasifikasikan sebagai permata langka, yang kemudian menyebabkan harganya meningkat. Sejak itu, deposit lain juga terus ditemukan.

Tanzanite

Batu Tanzanite adalah batu permata berwarna biru sampai violet (ungu muda) yang merupakan anggota dari kelompok mineral Zoisite. Batu Tanzanite ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 oleh Ali Juuyawatu dari suku Masai di perbukitan Northern Tanzania, yang hingga kini masih merupakan satu-satunya sumber penambangan batu Tanzanite. Nama “Tanzanite” diberikan oleh Tiffany & Co yang mempromosikan batu permata ini, sehingga popularitasnya meroket di dunia batu permata.

Tiger’s Eye (Mata Macan, Mata Harimau, atau Biduri Sepah)

Batu Tiger’s Eye (di Indonesia juga disebut dengan nama Mata Macan, Mata Harimau, atau Biduri Sepah) adalah varietas Kuarsa (Quartz) berserat yang berwarna emas kecoklatan. Lebih khusus lagi, batu ini adalah varietas dari Macrocrystalline Quartz. Namun, tidak seperti kebanyakan batu permata Quartz lainnya, batu Tiger’s Eye sebenarnya adalah “Pseudomorph” dari Quartz. Pseudomorph adalah mineral yang berubah menjadi mineral lain. Pada batu Tiger’s Eye, proses transformasi dimulai dari Crocidolite (mineral biru berserat dan termasuk ke dalam Riebeckite, kelompok dari Amphibole Silicates), yang kemudian berubah menjadi Quartz. Crocidolite adalah salah satu dari beberapa bentuk asbes. Transformasi Tiger’s Eye dimulai ketika Quartz perlahan mulai tertanam pada fiber Crocidolite, yang pada akhirnya Quartz sepenuhnya menggantikan Crocidolite, dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya yang berserat.

Topaz

Batu Topaz adalah silikat aluminium yang mengandung Fluorine dan Hydroxyl. Dalam bentuk murninya, batu Topaz tidak berwarna (putih bening). Batu Topaz memiliki sejarah setidaknya sejak dua ribu tahun yang lalu. Sejarah batu Topaz berawal dari Mesir ketika orang-orang Mesir kuno mempercayai bahwa batu Topaz kuning menerima warna emasnya dari dewa matahari, Ra. Beberapa orang juga percaya bahwa “Topaz” adalah kata dari Middle English, yang diambil dari kata Old French “Topace” dan Latin “Topazus”, yang juga berasal dari bahasa Yunani “Topazios” atau “Topazion”; nama kuno sebuah pulau di Laut Merah di mana orang-orang Yunani kuno menambang batu permata berwarna kuning yang mereka yakini sebagai batu Topaz. Nama pulau ini dalam bahasa Yunani berarti “Untuk Mencari”. Pulau ini dinamakan demikian karena sulit untuk menemukan pulau tersebut di antara kabut. Pulau ini sekarang dikenal sebagai “Zabargad” atau “St John’s Island”, dan diperkirakan bahwa batu permata yang ditambang oleh orang Yunani kuno sebenarnya adalah “Chrysolite”. Dalam kitab Perjanjian Lama Kristen juga ada referensi untuk Topaz, tapi yang dimaksud mungkin juga “Chrysolite”, bukannya Topaz. Kata “Topaz” juga bisa berasal dari bahasa Sansekerta “Tapas”, yang artinya “Api”.

Tourmaline (Turmalin)

Tourmaline adalah nama gemologi untuk kelompok penting dari mineral boron silicate. Batu Tourmaline (atau Turmalin) bisa ditemukan dalam berbagai warna. Karena ketersediaan warnanya yang berlimpah, batu Tourmaline dianggap sebagai salah satu batu permata yang paling serbaguna saat ini. Namanya diduga berasal dari bahasa Sinhala, “Turamali”, yang artinya “Batu dengan berbagai warna”, mengacu pada keanekaragaman warnanya. Batu Tourmaline diduga pertama kali digunakan sebagai batu permata sekitar tahun 1500-an. Pada tahun 1875, George Kunz, seorang kolektor mineral dari Amerika, memperkenalkan batu Tourmaline berwarna hijau yang berasal dari tambang di Gunung Mica di Maine Amerika Serikat kepada Tiffany & Co, yang kemudian memicu minat akan batu Tourmaline dan menyebabkan meningkatnya popularitasnya di pasar perhiasan batu permata.

Tsavorite Garnet

Batu Tsavorite Garnet adalah permata berwarna hijau varian dari Grossular Garnet yang terdiri dari calcium aluminium silicate. Warna hijaunya yang intens adalah karena adanya jejak Vanadium atau Chromium. Rona warna inilah yang sering kali menyebabkan batu Tsavorite Garnet keliru dikenali sebagai Emerald (Zamrud). Nama “Tsavorite” berasal dari nama tempat di mana ia pertama kali ditemukan; Tsavo National Park di Tanzania di perbatasan Kenya dan Tanzania. Sampai saat ini, hanya di daerah inilah satu-satunya sumber batu Tsavorite Garnet di dunia.

Turquoise (Pirus)

Batu Pirus adalah nama lokal Indonesia untuk batu permata jenis Turquoise. Batu ini berwarna biru-langit atau hijau, ada yang tembus cahaya dan ada yang tidak. Batu ini telah dihargai sebagai batu permata selama ribuan tahun. Nama “Turquoise” berasal dari bahasa Prancis “Turqueise”, yang artinya “Batu Turki”, karena pertama kali dibawa ke Eropa oleh bangsa Turki. Nama warna Turquoise yang kita kenal juga merujuk pada warna batu permata ini.

Variscite

Batu Variscite dianggap sebagai salah satu batu permata kolektor yang langka dan kurang begitu dikenal yang ada saat ini. Penampilannya sering menyebabkan keliru dikenali sebagai batu Turquoise (Pirus), tapi warna Variscite cenderung lebih hijau daripada biru. Dalam beberapa kasus, batu ini mungkin dipasarkan sebagai “Variquoise”, nama gabungan dari Variscite dan Turquoise. Batu ini adalah mineral Hydrated Aluminum Phosphate yang relatif jarang, dan deposit yang berkualitas permata jauh lebih langka lagi; karena hanya bahan berkualitas tertinggi saja yang digunakan sebagai permata dan hiasan batu ukir. Jika dipoles, batu Variscite terlihat yang sangat baik, bahkan kemilaunya lebih baik daripada Turquoise. Batu ini terkenal karena nuansa hijaunya yang berbeda, yang disebabkan oleh adanya jejak Chromium, meskipun sebenarnya warnanya bisa berkisar mulai dari hijau kebiruan sampai hijau tua dan kadang-kadang ada yang berwarna merah. Batu Variscite kadang-kadang diperdagangkan sebagai “Utahlite”, nama dagang yang merujuk pada Utah, Amerika Serikat, tempat dimana Variscite ditambang.

Zircon (Yakut)

Batu Zircon (di Indonesia juga disebut dengan nama “batu Yakut”, nama yang juga digunakan untuk menyebutkan Yellow Sapphire atau batu Safir yang berwarna kuning, entah mana yang benar, lebih baik menggunakan nama internasionalnya yaitu batu Zircon) bukanlah batu permata yang begitu dikenal, tetapi batu ini adalah salah satu dari batu permata yang paling penting saat ini. Banyak orang yang bingung antara batu Zircon dengan Cubic Zirconia (Diamond atau Berlian tiruan). Padahal keduanya jelas berbeda. Cubic Zirconia adalah bahan sintetis buatan laboratorium, sementara batu Zircon adalah batu permata alami dengan komposisi kimia yang sangat berbeda. Namun, sebelum adanya Berlian (Diamond) imitasi seperti Cubic Zirconia dan Moissanite, batu Zircon yang berwarna putih merupakan salah satu pengganti Berlian (Diamond) yang paling populer, karena dispersi dan indeks biasnya yang tinggi, dan sering dipasarkan dengan nama dagang yang menyesatkan “Matura Diamond”. Batu Zircon juga sangat padat dan menunjukkan pembiasan ganda yang sangat jelas, sehingga sering terlihat kabur atau menampilkan penggandaan facet.

 

Ramalan Zodiak Minggu Ini 2017

5 December , 2017 , Kategori : Keilmuan
Ramalan Zodiak Minggu Ini 2017

Ramalan Zodiak Minggu Ini 2017 Ramalan Zodiak Hari Ini ARIES Umum Jangan abaikan cuaca jika tak ingin gampang sakit. Keluarga memberi banyak kebebasan bukan berarti kamu bisa sembarangan. Bijaklah mengambil keputusan. Love Single: Tak ada yang bisa mengganggu kenyamananmu.... baca selengkapnya

Jenis Batu Permata, Batu Akik dan Batu Mulia

4 December , 2017 , Kategori : Keilmuan
Jenis Batu Permata, Batu Akik dan Batu Mulia

Jenis-Jenis Batu Permata, Batu Akik dan Batu Mulia Batu permata adalah bagian dari kristal mineral yang telah dipotong dan dipoles untuk dijadikan perhiasan. Namun, bukan hanya kristal mineral saja, beberapa batu tertentu seperti Lapis Lazuli atau material organik yang... baca selengkapnya

Jimat Pelet Terbukti 100% Ampuh

2 November , 2017 , Kategori : Uncategorized
Jimat Pelet Terbukti 100% Ampuh

Jimat Pelet Terbukti 100% Ampuh Jimat Pelet Terbukti 100% Ampuh Jimat Pelet Terbukti 100% Ampuh – mantra pelet ampuh siap pakai, pelet manjur, mantra pelet lewat nama, pelet ampuh langsung kena, wirid pelet tingkat tinggi, amalan pengasihan paling ampuh,... baca selengkapnya

Jimat Penglaris Usaha Terbukti 100% Ampuh

2 November , 2017 , Kategori : Uncategorized
Jimat Penglaris Usaha Terbukti 100% Ampuh

Jimat Penglaris Usaha Terbukti 100% Ampuh Jimat Penglaris Usaha Terbukti 100% Ampuh Jimat Penglaris Usaha Terbukti 100% Ampuh – rajah penglaris dagangan, jimat pelarisan paling ampuh, rajah penglaris jualan, jimat penglaris, doa penglaris jualan makanan, jimat penglaris paling ampuh,... baca selengkapnya

Dunia Mistik Paranormal

2 November , 2017 , Kategori : Uncategorized
Dunia Mistik Paranormal

Dunia Mistik Paranormal Dunia Mistik Paranormal Dunia Mistik Paranormal – kisah nyata paranormal, dukun sakti, dukun ampuh, dukun pelet, paranormal sakti, paranormal ampuh, paranormal pelet, jasa pelet, kisah nyata menjadi paranormal, perang ilmu gaib, kisah nyata dukun santet, kisah... baca selengkapnya