Monday, 26 August 2019 - Konsultan Spiritual dan Seputar Dunia Mistik
Home » Paranormal » Alamat Paranormal Sakti di Samarinda
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Alamat Paranormal Sakti di Samarinda

Ditambahkan pada : March 29th, 2018
*Harga Hubungi Kami
Stock :
Kode Produk :
Dilihat : 23 kali
Kategori : Paranormal
Bingung Cara Pemaharan/ Pemesanan?
Customer Service Dunia Mistik.Com siap melayani dan membantu Anda.

Alamat Paranormal Sakti di Samarinda

Alamat Paranormal Sakti di Samarinda

Alamat Paranormal Sakti di Samarinda – Dalam rangka pengabdian diri kepada sesama, sesepuh kami Ki Sukmo Manunggal membuka situs website ini guna memudahkan Anda untuk melakukan konsultasi. Melalui sarana website ini Anda dapat terhubung langsung dg Ki Sukmo Manunggal untuk konsultasi dan meminta bantuan spiritual dari Ki Sukmo.

Mulai dari konsultasi masalah hubungan asmara, masalah karir, persaingan usaha, bisnis, masalah rumah tangga, sosial, masalah pangkat/jabatan dan masalah-masalah lainnya. Ki Sukmo juga membuka pelayanan bantuan spiritualnya kepada Anda yang membutuhkan jasa pelet, pengasihan, pengeretan, penglarisan, pagar ghaib, buka aura, ruwatan buang sial, dan jasa spiritual lainnya.

Untuk terhubung dengan Sesepuh Ki Sukmo Manunggal, silahkan hubungi kontak person di website ini. Semoga melalui sarana ini dapat membantu menyelesaikan masalah dan memudahkan tercapainya hajad dan cita-cita Anda.

Alamat Paranormal Sakti di Samarinda

Sejarah Kota Samarinda

Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Pada abad ke-13 Masehi (tahun 1201–1300), sebelum dikenalnya nama Samarinda, sudah ada perkampungan penduduk di enam lokasi yaitu Pulau Atas, Karang Asam, Karamumus (Karang Mumus), Luah Bakung (Loa Bakung), Sembuyutan (Sambutan) dan Mangkupelas (Mangkupalas). Penyebutan enam kampung di atas tercantum dalam manuskrip surat Salasilah Raja Kutai Kartanegara yang ditulis oleh Khatib Muhammad Tahir pada 30 Rabiul Awal 1265 H (24 Februari 1849 M).[6]

Pada tahun 1565, terjadi migrasi suku Banjar dari Batang Banyu ke daratan Kalimantan bagian timur. Ketika itu rombongan Banjar dari Amuntai di bawah pimpinan Aria Manau dari Kerajaan Kuripan (Hindu) merintis berdirinya Kerajaan Sadurangas (Pasir Balengkong) di daerah Paser. Selanjutnya suku Banjar juga menyebar di wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara, yang di dalamnya meliputi kawasan di daerah yang sekarang disebut Samarinda.

Sejarah bermukimnya suku Banjar di Kalimantan bagian timur pada masa otoritas Kerajaan Banjar juga dinyatakan oleh tim peneliti dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1976): “Bermukimnya suku Banjar di daerah ini untuk pertama kali ialah pada waktu kerajaan Kutai Kertanegara tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Banjar.”[7] Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya bahasa Banjar sebagai bahasa dominan mayoritas masyarakat Samarinda di kemudian hari, walaupun telah ada beragam suku yang datang, seperti Bugis dan Jawa.[8]

Pada tahun 1730, rombongan Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona merantau ke Samarinda. Semula mereka diizinkan Raja Kutai bermukim di muara Karang Mumus, tetapi dengan pertimbangan subjektif bahwa kondisi alamnya kurang baik, mereka memilih lokasi di Samarinda Seberang.[9] Dalam kaitan ini, lokasi di bagian Samarinda Kota sebelum kedatangan Bugis Wajo, sudah terbentuk permukiman penduduk dengan sebagian areal perladangan dan persawahan yang pada umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan Karang Asam.[10]

Mengenai asal mula nama Samarinda, tradisi lisan penduduk Samarinda menyebutkan, asal-usul nama Samarendah dilatarbelakangi oleh posisi sama rendahnya permukaan Sungai Mahakam dengan pesisir daratan kota yang membentenginya. Tempo dulu, setiap kali air sungai pasang, kawasan tepian kota selalu tenggelam. Selanjutnya, tepian Mahakam mengalami pengurukan/penimbunan berkali-kali hingga kini bertambah 2 meter dari ketinggian semula.

Oemar Dachlan mengungkapkan, asal kata “sama randah” dari bahasa Banjar karena permukaan tanah yang tetap rendah, tidak bergerak, bukan permukaan sungai yang airnya naik-turun. Ini disebabkan jika patokannya sungai, maka istilahnya adalah “sama tinggi”, bukan “sama rendah”. Sebutan “sama-randah” inilah yang mula-mula disematkan sebagai nama lokasi yang terletak di pinggir sungai Mahakam. Lama-kelamaan nama tersebut berkembang menjadi sebuah lafal yang melodius: “Samarinda”.

Alamat Paranormal Sakti di Samarinda, dukun dayak samarinda, alamat orang pintar di samarinda, dukun santet di samarinda, dukun dayak asli, alamat dukun pelet di kalimantan, alamat dukun pelet di samarinda, alamat paranormal di kalimantan, alamat dukun di samarinda

KONTAK KAMI ( Fast Respond )
*Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati!
Telp/SMS : +628 222 639 9595
WhatsApp : +628 222 639 9595
BBM : D255A767
Via Yahoo Messenger :

Tulis komentar Anda tentang Alamat Paranormal Sakti di Samarinda